Thursday, December 17, 2009

Evaluasi Diri Di akhir tahun baru Hijriyah

Di akhir tahun baru Hijriyah ini, ada baiknya kita mengevaluasi apa yang telah kita lakukan dan persiapan untuk menggapai masa depan yang lebih baik, hal tersebut diisyaratkan oleh Allah Swt. Dalam firmannya surat al-Hasyr : (59 : 18)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaklah setiap diri, mengevaluasi kembali apa yang telah dilakukan untuk menata hari esok. Dan bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan”.

hukum sholat dan berjama'ah untuk wanita

Telah menjadi tradisi di masyarakat, para wanita muslimat jika berjama’ah sholat lima waktu atau yang lain, berada di sebelah kiri atau sebelah kanan ma’mum laki-laki.

Pertanyaan : Bagaimana hukum sholatnya dan bagaimana pula hukum berjama’ahnya ?

Jawab : Hukum sholatnya sah.

Adapun hukum berjama’ahnya makruh yang bisa menghilangkan fadlilahnya berjama’ah, namun menurut sebagian ulama hanya menghilangkan fadlilahnya shof (barisan) saja.

Ta’bir : Qulyubi juz I hal. 239.

Turmusi juz III hal. 62.

فى قليوبي 1/239 مانصه : وكل ما ذكر مستحب ومخالفته لاتبطل الصلاة (قوله وكل ما ذكر) بقوله ويقف الذكر الى هنا (قوله ومخالفته لاتبطل الصلاة) لكنها مكروهة تفوت بها فضيلة الجماعة على الإمام ومن معه.
وفى الترمسى 3/62 مانصه : ومتى خولف الترتيب المذكور أى من تقديم الرجال ثم الصبيان كره الى أن قال وكذا كل مندوب يتعلق بالموقف أى كالإنفراد عن الصف والإستعلاء على الإمام وعكسه فإنه يكره مخالفته وتفوت بها فضيلة الجماعة أى المختصة بتلك السنة

benarkah mereka mati syahid

Allah -Subhanahu wa Ta’ala- telah melarang seorang muslim membunuh dirinya sendiri di dalam firman-Nya:

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu sungguh Allah maha penyayang kepadamu”. (QS. An-Nisa`: 29)

Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- telah memperingatkan:

“Barang siapa yang membunuh dirinya dengan sepotong besi, maka besinya itu akan berada ditangannya. Dia akan menikam perutnya dengan pisau itu didalam neraka dalam keadaan kekal didalamnya selama-lamanya. Barang siapa yang menenggak racun, lalu ia membunuh dirinya dengan racun itu, maka ia akan meminumnya sedikit-demi sedikit dalam neraka Jahannam dalam keadaan kekal di dalamnya selama-lamanya. Barang siapa yang menghempaskan dirinya dari gunung sehingga dia membunuh dirinya, maka dia akan terhempas dalam neraka dalam keadaan kekal di dalamnya selama-selamanya.” [Muslim dalam Shohih-nya (109)]

butakah HATI Ini...?

Orang buta menuntun orang buta
Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah
sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita. Orang buta
itu terbahak berkata: "Buat apa saya bawa pelita?
Kan sama saja buat saya!
Saya bisa pulang kok." Dengan lembut sahabatnya menjawab, "Ini agar orang
lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu." Akhirnya orang buta itu
setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang
pejalan menabrak si buta. Dalam kagetnya, ia mengomel, "Hei, kamu
kan punya mata! Beri

KAPAN AKU MEMULAINYA....


Terkadang orang hanya ingin sesuatu yg baik2 dalm hdup ny, dia tdk ingn ada peristiwa yg buruk dalm hdup nya. Apakah sebenarnya mereka tdak ingn menerima sbuah konsekuensi dalam hdup nya? Dan jawabanya terserah anda...
keputusan yg kita ambil pasti ada konsekuensiny a yg harus kita tanggung entah suatu yg brat, susah, menyebalkan atau menyenangkan pasti itukan tjadi dalm hdup. Tanpa mrasakan sakit kita tdak akan peka thadap ssuatu hal, blajar untk menerima sgala resiko itu akan menumbuhkan semangat hdup & kedewasaan. Namun ini hanya teori kapankah kita memulai untk mencobany?