Selama
ini, banyak dari kita yang hanya mementingkan IQ semata. Kita bangga
kalau anak juara olimpiade fisika namun kita menyepelekan jika ada yang
jago menari, pandai bergaul, pandai bahasa, olahraga dan sejenisnya.
Padahal kejeniusan bukan semata-mata memiliki IQ diatas 130, namun
jenius bisa dimiliki anak dibidang manapun (seni, olahraga, sastra,
kepemimpinan dll).
Parahnya lagi, sekolah kita mewajibkan tiap anak harus cakap dalam
segala bidang. Sehingga pada kasus ujian nasional, seringkal mereka yang
jenius dalam bidang olahraga atau seni harus tidak lulus karena gagal
pada bidang matematika.
Wednesday, January 8, 2014
Monday, December 9, 2013
Orang Bodoh Vs Orang Pinter
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia berbisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pinter. Walhasil bosnya orang pinter adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pinter yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang yang salah. Wal hasil orang bodoh memerintahkan orang piter untuk keperluan orang bodoh.
Friday, November 23, 2012
Bolehkah Berdoa Bersama dengan Non Muslim
Dalam kehidupan sehari-hari baik di masyarakat, instansi, sekolah ataupun dalam wilayah yang lain ada trend doa bersama. Mereka merasa injoy dan seolah lebih mantab melaksanakannya di banding doa yang dilakukan sekelompok homogeny agama dan keyakinan. Kegiatan ini menimbulkan pertanyaan dikalangan umat Islam terkait status HUKUMnya. MUI merasa terpanggil untuk mengkaji dan akhirnya mengeluarkan fatwanya.
Sunday, October 28, 2012
Minim Penghuni Surga adalah Kaum Wanita
Merupakan
satu anugerah dari Allah, ketika seorang wanita dipertemukan dengan
pasangan hidupnya dalam satu jalinan kasih yang suci. Hal ini sebagai
satu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Sang Khaliq.
وَمِنْ
آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِتَسْكُنُوا
إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ
لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ
“Dan
di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untuk kalian
pasangan hidup dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan
merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih
dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berfikir“. (Ar-Rum: 21)
Apatah
lagi bila pendamping hidup itu seorang yang shalih, yang akan
memuliakan istrinya bila bersemi cinta di hatinya, namun kalau toh cinta
itu tak kunjung datang maka ia tak akan menghinakan istrinya.
Merajut
dan menjalin tali pernikahan agar selalu berjalan baik tidak bisa
dikatakan mudah bak membalik kedua telapak tangan, karena dibutuhkan
ilmu dan ketakwaan untuk menjalaninya. Seorang suami butuh bekal ilmu
agar ia tahu bagaimana menahkodai rumah tangganya. Istripun demikian, ia
harus tahu bagaimana menjadi seorang istri yang baik dan bagaimana
kedudukan seorang suami dalam syariat ini. Masing-masing punya hak dan
kewajiban yang harus ditunaikan agar jalinan itu tidak goncang ataupun
terputus.
Syariat
menetapkan seorang suami memiliki hak yang sangat besar terhadap
istrinya, sampai-sampai bila diperkenankan oleh Allah, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam akan memerintahkan seorang istri sujud
kepada suaminya.
Friday, October 19, 2012
Sekolah Berstandar Nasional Di Indonesia
Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia sudah bukan isu baru lagi,
negeri ini kalah bersaing dengan negara maju. Rendahnya pendidikan
menyebabkan tingkat kompetisi dalam semua bidang menjadi rendah pula.
Maka satu-satunya jalan adalah meningkatkan kualitas pendidikan dengan
maksimal.
Prof. Dr. Nurcholis Madjid mengatakan bahwa pendidikan adalah investasi terbaik bangsa ini ke depan. Investasi tersebut baru dipetik hasilnya mungkin dua puluh lima tahun mendatang atau bahkan satu generasi. Upaya ini membutuhkan proses panjang, dan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, konsisten, dan intensif. Investasi tersebut harus terus dikembangkan karena tantangan globalisasi sudah di depan mata. Mau tidak mau, itulah fakta yang harus diterima.
Prof. Dr. Nurcholis Madjid mengatakan bahwa pendidikan adalah investasi terbaik bangsa ini ke depan. Investasi tersebut baru dipetik hasilnya mungkin dua puluh lima tahun mendatang atau bahkan satu generasi. Upaya ini membutuhkan proses panjang, dan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, konsisten, dan intensif. Investasi tersebut harus terus dikembangkan karena tantangan globalisasi sudah di depan mata. Mau tidak mau, itulah fakta yang harus diterima.
Subscribe to:
Posts (Atom)













