Situs forum terbesar di Indonesia, Kaskus, Senin kemarin (19/5)
resmi tampil dengan wajah baru. Dengan tak menanggalkan tampilan berciri
“V-bulletin” yang legendaris bagi jutaan Kaskuser generasi awal,
tampilan baru kali ini memberikan antarmuka yang jauh lebih segar dari
sebelumnya dengan navigasi penggunaan yang juga ikut diperbaiki.
Kaskus memberi nama pembaruannya #KASKUSEvolution yang dapat dipantau
lewat akun Twitter resmi @kaskus. Salah satu yang paling menonjol dari
perubahan ini ialah warna dasar dan letak navigasi menu di halaman muka
yang diatur sedemikian rupa untuk kenyamanan pengguna menjelajah ribuan
thread di Kaskus setiap saat.
Pada halaman muka Kaskus versi baru memang menjadi halaman yang
paling banyak dirombak. Sebagai situs yang menjalankan konten dengan
sebagian besar berbasis user-generated, halaman muka Kaskus terbaru
seakan sengaja dibuat untuk memperkenalkan hampir seluruh isi konten dan
kanal forum yang terdapat dalam Kaskus. Hal tersebut bisa dilihat lewat
pengklasifikasian berbagai forum dan produk Kaskus FJB yang dinilai
memiliki trafik tinggi seperti Top Forums, Top Products, Promoted
Forums, Hot Services, dan juga Second-hand Goods.
Keseriusan Kaskus dalam menyegarkan tampilan halaman muka juga
ditunjukkan lewat kehadiran sidebar yang menampilkan seluruh kanal forum
beserta subforum-nya yang disajikan secara apik dan tertata rapih. Hal
baru yang juga dihadirkan Kaskus kali ini ialah penyematan Top Kaskusers
yang ditampilkan di halaman muka. Menu ini berisi daftar-daftar
pengguna Kaskus teratas mulai dari pengguna umum, moderator, sampai
regional leader.
Sangat berbeda jauh dengan tampilan Kaskus sebelumnya yang “sepi”
informasi di halaman muka, Kaskus kali ini sangat kaya akan informasi
yang ditampilkan saat pengguna mengakses halaman awal, hal itu tentu
sangat baik bagi pengguna yang baru pertama kali bergabung di Kaskus dan
ingin mengetahui seluk beluk dari situs yang berdiri sejak tahun 1999.
Pembaruan Kaskus kali ini juga bisa dikatakan menjadi “karya” perdana
dari CEO baru Kaskus Sukan Makmuri yang menggantikan posisi Ken Dean
Lawadinata pada akhir 2013 kemarin (baca juga: Ken membangun e-commerce
Tororo). Sebagai langkah mula, pembaruan yang dilakukan Sukan dengan
Kaskus cukup baik –walau sekilas terlihat Kaskus seakan masih
bereksperimen.
Dari pembaruan yang baru saja dilakukan, saya berharap Kaskus juga
“memperbarui” model bisnis yang dijalankan, seperti misalnya pada
layanan Kaskus Ads. Layanan yang mengajak para pebisnis di Kaskus untuk
beriklan dengan fasilitas exposure yang lebih baik secara berbayar ini
seakan mandeg di tengah jalan dan tidak jelas kabar perkembangannya.
Tentu ada baiknya jika pembaruan Kaskus dapat dialokasikan secara
menyeluruh di segala sisi agar Kaskus bisa semakin menguatkan posisinya
sebagai forum terbuka masyarakat Indonesia terbesar.